Pelaksanaan Upacara Perkawinan Agama Hindu Kaharingan

Menurut Agama Hindu kaharigan dalam melaksanakan upacara perkawinan yang di bagi menjadi beberapa tahap dan mempunyai macam-macam sarana yang harus di penuhi dalam pelaksanaan perkawinan yang terdiri dari : Continue reading

Sandung

Masyarakat Kaharingan merupakan masyarakat yang sangat menjaga dan memelihara tradisi tersebut sampai dengan saat ini. Kepercayaan yang dianut sejak dulu adalah Agama Hindu Kaharingan. Ritul Tiwah adalah acara memindahkan tulang belulang nenek moyang ke dalam sandung.

Pada sandung inilah tulang belulang nenek moyang yang telah meninggal beberapa tahun atau bahkan puluhan tahun yang lalu disimpan dengan aman. Pada saat pemindahan tulang ke dalam sandung sarat dengan pembacaan doa-doa yang dilakukan oleh seorang Basir dan dibantu dengan beberapa Pisor.

Di dalam sandung sering juga disertakan emas, cincin, piring, kain dan barang-barang berharga lainnya tergantung dari keinginan pihak keluarga penyelenggara acara.

Bahan untuk pembuatan sandung biasanya berasal dari kayu ulin (kayu besi) yang sangat kuat terhadap hujan dan panas matahari,
dipilih kayu ulin karena umurnya dapat mencapai ratusan tahun.

Sandung berbentuk seperti rumah namun ukurannya kecil bila dibandingkan dengan ukuran rumah yang biasanya, memiliki empat tiang penyangga dari kayu ulin dengan bentuk bulat. Tinggi sandung dari tanah dapat mencapai dua meter.

Biasanya di kiri dan kanan sandung ada beberapa Sapundu, Sandung biasanya diberi warna-warni dengan menggunakan cat kayu.

Warna yang umumnya digunakan adalah merah, kuning, putih, hitam, biru, hijau serta warna-warna lainnya.
Warna-warna tersebut mengikuti ukiran-ukiran yang dibuat.

Motif ukiran dapat berupa motif burung, motif tumbuh-tumbuhan, motif manusia.
Pada sandung juga sering dipasang bendera-bendera dengan warna kuning.
Umumnya hal tersebut dilakukan mungkin memiliki beberapa arti tersendiri dan sarat penuh dengan makna.

Pada zaman sekarang sandung juga tidak hanya terbuat dari kayu ulin tetapi sudah banyak yang terbuat dari bahan beton dengan cara dicor.
Mengingat mungkin kayu ulin sudah semakin sulit ditemukan akibat semakin berkurangnya hutan Kalimantan dari hari ke hari.

Tetapi tetap bahwa fungsi dari sebuah sandung adalah untuk menyimpan tulang belulang orang yang telah meninggal dan
merupakan bukti nyata bahwa penghormatan anak terhadap orang tuanya yang telah meninggal maka dibuatlah sandung untuk menyimpan tulang-tulang tersebut.

Gambar2 Sandung


ref:

http://talawang.blogspot.com/2009/01/sandung-tempat-menyimpan-tulang-orang.html

http://indahnesia.com/picture/KAT/001/sandung.php

http://elang114.wordpress.com/2009/08/10/sandung/

Balian Balaku Untung

Balian Balaku Untung merupakan salah satu upacara ritual agama Hindu Kaharingan yang bertujuan meminta umur panjang, banyak rezeki serta mendapat berkat dari Ranying Hatalla. Permohonan kepada Hatalla tersebut mereka lakukan dengan perantaraan Rawing Tempun Telun yang dalam upacara Balian Balaku Untung disebut Mantir Mama Luhing Bungai. Continue reading

Basarah

BASARAH adalah suatu upacara persembahyangan yang dilakukan oleh umat Hindu Kaharingan. Yang mana Basarah artinya menyerahkan segalanya kepada Sang Pencipta Ranying Hatalla agar didalam kita menjalani kehidupan  di dunia (lewu injam tingang) selalu disertai dan diberkati oleh Ranying Hatalla.
Didalam kegiatan persembahyangan Basarah ini intinya adalah menyerahkan persembahyangan Basarah suci Sangku Tambak Raja beserta segala isinya kepada Ranying Hatalla melalu persembahyangan Basarah, kemudian kita memohon  kepada Ranying Hatalla agar dapat memberikan sinar suci kekuatan-Nya bagi kehidupan manusia agar menjalani kehidupan ini selalu mendapatkan bimbingan  menuju kejalan yang benar dan selalu mendapatkan berkat dan anugrah dari-Nya.

Susunan acara Basarah

1. Manggaru Sangku Tambak Raja
2. Narinjet / Nalatai Tawur
3. Do,a Tamparan Basarah
4. Kandayu manyarah Sangku Tambak Raja
5. Pembacaan Kitab Suci Panaturan
6. Kandayu Mantang Kayu Erang
7. Pandehen/Sirahman Rohani
8. Kandayu Parawei
9. Doa Panutup Basarah
10. Menerima berkat Ranying Hatalla Hajamban Behas Hambaruan, Nyaki Malas (menaruh beras diatas kepala), Mantis Undus (mengusapkan minyak dijidat), Tampung Tawar