Banyak Salah Kaprah Ritual Hindu Kaharingan

Batang Garing

Batang Garing

Majelis Besar Agama Hindu Kaharingan (MB-AHK) Pusat Palangka Raya mensinyalir ada pihak tertentu yang secara sengaja mempelintir ritual-ritual agama Hindu Kaharingan. Sehingga seakan-akan hanya ritual adat suku Dayak. Lebih memprihatinkan lagi banyak orang-orang yang mengambil keuntungan dari kesalahkaprahan ini. “Sebagai contoh, ketika sebuah perusahaan hendak membuka lahan. Oleh pihak tertentu dilaksanakan upacara manyanggar/mamapas lewu atau tolak bala. Sejatinya upacara tersebut bukan adat, melainkan ritual agama Hindu Kaharingan,” kata Pj Ketua MB-AHK Pusat Palangka Raya, Lewis KDR, Rabu (30/11) lalu. Dia mengungkapkan, selama beberapa dekade terakhir cukup banyak masyarakat yang salah persepsi tentang adat suku Dayak Kalimantan Tengah dan agama Hindu Kaharingan.

Bahkan, ritual-ritual yang seharusnya masuk ke dalam ranah agama Hindu Kaharingan malah dianggap upacara adat. Lewis sangat menyayangkan salah kaprah yang terjadi di tengah-tengah masyarakat mengenai adat suku Dayak dan ritual agama Hindu Kaharingan. Apalagi jika ada pihak yang secara sengaja mencampuradukan adat dengan agama Hindu Kaharingan. “Guna meluruskan persepsi yang keliru tersebut pada 28-29 November lalu MB-AHK mengadakan rapat koordinasi (Rakor) yang diikuti seluruh Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan kabupaten/kota se-Kalteng, Lembaga Pengembangan Tandak dan Upacara Keagamaan Umat Hindu Kaharingan. Selain itu para basir, pisur, kandong, pramatun, basi, tukang tawur, ulama agama Hindu Kaharingan, dan komponen lainnya,” jelas Lewis.

Menurut dia, Rakor tersebut telah melahirkan rekomendasi sebagai pedoman bagi lembaga dan ulama agama Hindu Kaharingan. Antara lain, bahwa tiwah, warah, ijambe, nyorat, ngandrei apui ramai, ngalangkang, nambak, ngatet panuk, wara nyamlimbat, marabia, manenga lewu, kadaton, bontang, manjeem apui nateng, ngalamba, adalah upacara ritual keagamaan Hindu Kaharingan, rukun terakhir agama Hindu Kaharingan, bukan adat.

Ditambahkan Lewis, manyanggar/mamapas lewu, pakanan sahur lewu, malupud hajad, balian balaku untung, ngalemba, karuwayu, gawe, tumbang, nahunan, nyaki ehed/nyaki dirit, bukas, makan nasi palundang, upacara perkawinan agama Hindu Kaharingan, adalah ritual keagamaan umat Hindu Kaharingan, yang dilaksanakan oleh basir, pisur, kandong, pramatun, basi, tukang tawur, dan ulama Hindu Kaharingan.

Kepada para basir, pisur, kandong, pramatun, basi, tukang tawur, pelaksana upacara pihak MB-AHK Pusat Palangka Raya meminta agar melarang setiap panitia inti, khususnya ketua pantia pelaksana tiwah, wara, ijambe, nyorat, berasal dari agama lain selain Hindu Kaharingan. Kemudian melarang setiap perjudian dalam pelaksanaan upacara tiwah, wara, ijambe, nyorat, ngandrei apui ramai, ngalangkang, nambak, ngatet panuk, wara nyamlimbat, marabia, manenga lewu, kadaton, bontang, manjeem apui nateng, ngalamba. “Bahwa yang berhak memberikan rekomendasi untuk upacara tiwah, wara, ijambe, nyorat, ngandrei apui ramai, ngalangkang, nambak, ngatet panuk, wara nyamlimbat, marabia, manenga lewu, kadaton, bontang, manjeem apui nateng, ngalamba, adalah Majelis Agama Hindu Kaharingan sesuai jenjang.

Khusus untuk daerah Barito Selatan dapat diberikan oleh penghulu agama Hindu Kaharingan,” ucap Lewis. Lebih lanjut dia mengharapkan, hasil Rakor tersebut menjadi acuan dan perhatian masyarakat dayak, dunia usaha, aparat penegak hukum, dan pemerintah, untuk dapat bekerja dengan baik serta paham bahwa upacara ritual agama Hindu Kaharingan adalah sakral dan tidak boleh dilakukan sembarangan orang. (son/tur)

Sumber : http://www.kaltengpos.web.id/?menu=detail_atas&idm=3481

Advertisements

One comment on “Banyak Salah Kaprah Ritual Hindu Kaharingan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s