Pelaksanaan Upacara Perkawinan Agama Hindu Kaharingan

Menurut Agama Hindu kaharigan dalam melaksanakan upacara perkawinan yang di bagi menjadi beberapa tahap dan mempunyai macam-macam sarana yang harus di penuhi dalam pelaksanaan perkawinan yang terdiri dari :

Hakumbang Auh

acara awal perkawinandengan maksud penyampaian niat seseorang gadis yang diinginkan menjadi istrinya. Sebagai bukti kesungguhan niat baiknya, pihak pria melalui uluh helat menyampaikan mangkuk berisi beras degan telor yang dibungkus dengan kain kuning dan sejumlah uang sebagai duit pangumbang .Maksud pihak pemuda akan dibicarakan dalam rapat keluarga dan sebagai buktinyadiperlihatkan mangkuk atau duit pangumbang yang merekaterima dari keluarga si pemuda.

Dalam rapat ini di bicarakan hal-hal penting mengenai bagaimana bibit, bobot, bebet, si pemuda, Silsilah keturunan keluarga si pemuda,apakah ada keterkaitan hubungan keluarga dengan si gadis.Apabila pihak si agadis menerima maksud baik keluarga si pemuda maka perantaranya diberitahu bahwa pihak keluarga pihak si gadis kan menerima dengan senang hati kedatangan pihak keluarga sipemuda untuk maja misek. Apabila maksud baik sipemuda ditolak, perantara dipanggil untuk diberitahu menggenai keputusan mereka dan alasan penolakan tersebut.

Maja Misek
acara pertemuan keluarga pihak laki2 dan pihak perempuan. Dalam pertemuan itu mereka mengambil kesepakatan bersama tentang :

  • Waktu atau jadwal pelaksanaan perkawinan
  • Syarat perkawinan yang disebut jalan hadat, yaitu apa saja yang harus dipenuhi oleh pihak laki-laki sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam adat.
  • Besar palaku yaitu mas kawin yang harus diserahkan.
  • Biaya pesta perkawinan dan bagaimana pembagiannya apakah ditanggung seluruhnya oleh pihak laki-laki atau ditanggung bersama.
  • Sanksi atau denda yang dikenakan apabila terjadi pembatalan atau penundaan oleh salah satu pihak.

Mananggar Janji Atau Penentuan Pelaksanaan Perkawinan
Mananggar janji berarti memastikan janji, yaitu kedua belah pihak bertemu lagi secara khusus untuk memastikan kapan waktu pelaksanaan perkawinan. Beberapa hal yang harus diperhitungkan dengan cermat agar mendapat hari dan bulan yang baik.

Setelah ada kesepakatan tentang waktu pelaksanaan perkawinan orang tua pihak laki-laki kembali ketempat mereka. Kedua belah pihak memberitahukan kepada seluruh kerabat keluarganya untuk bisa hadir pada saat perkawinan.

Pelaksanaan Perkawinan
Pada tahap perkawinan ini upacara yang dilaksanakan adalah:

  • Panganten Haguet
    panganten pria saat berangat menuju ke rumah penganten wanita. Panganten pria memegang sebatang rotan yang pada bagian ujung dibentuk patung manusia, dan pada lehernya diikat seutas Manik bernama Manas Sambelum dengan Tali Tengang.
  • Panganten mandai
    kedatangan panganten pria di rumah panganten wanita. Ketika panganten pria dan rombongannya tiba, beberapa acara yang harus dilaksanakan adalah:

    • membuka lawang sakepeng
    • mamapas
    • menginjak telor
    • penganten pria masuk kerumah.
  • Haluang Hapelek
    semacam dialog wakil dari pihak pria dan wanita. Tujuan utama acara ini adalah menagih jalan hadat yaitu syarat-syarat yang harus diserahkan oleh pihak laki-laki kepada pihak panganten perempuan.
  • Manyaki Panganten
    upacara peneguhan perkawinan bagi umat Hindu Kaharingan yang dipimpin oleh Mantir adat atau rohaniawan Kaharingan. Pada upacara ini kedua mempelai duduk di atas gong sambil memegang pohon sawang yang diikat bersama dengan Dereh Uwei atau Sepotong Rotan dan Rabayang. Jari telunjuk mereka menuju ke atas sebagai tanda mereka berdua bersaksi kepada Ranying Hatalla Langit. Kaki menginjak batu asah sebagai tanda bahwa mereka bersaksi kepada penguasa alam yakni Jatha Balawang Bulau. Setelah menjalani upacara Hasaki/Hapalas kedua mempelai makan makanan yang disebut panginan putir santang sebagai symbol penyatuan mereka bahwa mereka sejak hari itu resmi sebagai suami istri. Setelah acara ini selesai maka dilaksanakan penanaman pohon sawang yang disebut sawang turus janji.
Advertisements

One comment on “Pelaksanaan Upacara Perkawinan Agama Hindu Kaharingan

  1. Pingback: Pohon sawang Pohon Sakral Umat Hindu Kaharingan « rid755

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s